MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Jumat, 11 Agustus 2017 11:24
PDAM Dapat Dana Dari Australia

Sudah Untung, Kenaikan Tarif untuk Investasi

KOK TETAP NAIK? Rapat evaluasi kinerja perusda di ruang rapat IPA Cendana, Sungai Kunjang, Senin (7/8) lalu. Hasilnya kinerja PDAM membaik.

PROKAL.CO, SAMARINDA. PDAM Tirta Kencana Samarinda kembali “diguyur” dana segar. Dana ini merupakan hibah dari Australia senilai Rp 1,08 miliar. Dalam waktu dekat, uang ini akan masuk ke kas perusahaan air bersih itu setelah nota kesepahaman kerjasama pemkot dan Kementerian Keuangan (Kemenkue) RI diteken. Masuknya dana hibah ini menambah panjang daftar kucuran dana yang diterima perusahaan berplat merah di Kota Tepian ini.  
Guyuran demi guyuran uang masuk ke kas PDAM. Mulai dari hibah, penyertaan modal, hingga aset. Namun hal itu justru tidak berbanding lurus dengan layanan yang diberikan, walaupun PDAM mengklaim sudah melakukan perbaikan pelayanan yang cukup signifikan.
Dalam hitungan bulan saja, atau sejak Oktober 2016 lalu hingga Juni 2017, PDAM sudah menaikkan tarif hingga 40 persen. Kenaikan ini diawali usulan yang disetujui DPRD dan wali kota. Padahal kenaikan tarif itu mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Terutama para pelanggan yang menjadi objek pembayaran.
Ketua Dewan Pengawas PDAM, Syamsul Bahri yang dikonfirmasi Sapos mengatakan, kenaikan tarif tersebut tidak lepas dari program nasional RPJMN 2019. Program itu menyangkut layanan air minum untuk masyarakat yang sudah harus 100 persen. Program ini berlaku bagi beberapa perusahaan air bersih di daerah, termasuk di Samarinda yang menjadi sebagai pilot project. Memasuki triwulan II 2017, PDAM Tirta Kencana kencana sudah memperbaiki layanan yang baik hingga 146.225 sambungan atau sekitar 95,46 persen, dengan kapasitas aliran air 2.400 liter per detik.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan ini, PDAM perlu berinvestasi. Hal ini yang membuat secara otomatis perusahaan yang dinakhodai Alimuddin ini butuh modal. Karena menurutnya, sebelumnya PDAM sempat mengalami kerugian cukup besar, karena biaya pokok produksinya cukup tinggi. Nah sejak kenaikan 30 persen pada Oktober lalu,  biaya produksinya sudah tertutup, bahkan sudah menghasilkan laba. Menurut hasil audit, kini keuntungan PDAM sudah mencapai Rp 778 per meter kubik.  
Lantas kenapa dinaikan lagi 10 persen lagi? Syamsul menjawab, semua keuntungan itu akan ditambah dengan kenaikan tarif murni untuk kebutuhan investasi seperti peremajaan pipa, pergantian meteran air, penambahan jaringan dan lainnya. Selain investasi, perda juga menyarankan kenaikan tarif 10 persen per tahunnya. “Sehingga tidak masalah. Lagi pula penambahan layanan itu perlu investasi besar,” terang Syamsul.
Menurut Syamsul, penambahan tarif 10 persen ini tidak begitu banyak. Karena harga satuan per meter kubik yang dijual PDAM juga masih sangat terangkau jika dibanding beberapa kota lain. Misalnya adalah Balikpapan. Mengenai layanan, dia juga menyebut sudah banyak mengalami perubahan. Sejak tahun lalu, dari hasil pengamatan dan laporan yang diterimanya, layanan kualitas air, kurang lebih 12,45 persen yang tidak memenuhi syarat. Persentase ini sudah turun menjadi 11 persen. “Artinya kurang dari 88 persen air kita sudah memenuhi syarat. Sudah semakin baik,” imbuhnya. Begitu juga dengan persentase keluhan, dia mengklaim bahwa ada penurunan yang signifikan.
Meski demikian, kata dia, pihaknya akan mengevaluasi alokasi laba yang digunakan PDAM saat penyusunan rencana kerja 2018 nanti. “Keuntungan tersebut diinvestasikan kemana? Apakah ke investasi perbaikan layanan atau apa. Akan kita cek,” pungkasnya.
Kepala Bagian Pembangunan Setkot Samarinda, Anwar Juhry mengatakan, pihaknya bersama beberapa OPD terkait sudah melakukan rapat koordinasi terkait alokasi dana hibah tersebut. Adapun dokumen yang disiapkan yakni perjanjian kerjasama pemkot dan kementrian keuangan (Kemenkue) untuk teknis alokasi dana tersebut.
Menurutnya, bagian kerja sama Setkot sedang menyiapkan dokumen itu. Sehingga dalam waktu dekat kemungkinan akan selesai. Juhri menyebut, wacana hibah ini, sebetulnya sudah muncul sejak 2013 lalu. Namun 2017 baru bisa dilaksanakan. Selanjutnya uang bantuan itu akan masuk dalam batang tubuh  APBD-P Samarinda baru bisa dialokasikan ke pihak PDAM untuk pengembangan industri air bersih di Kota Tepian. “Mekanismenya pencairan harus melalui APBD Perubahan dulu, masuk kita serahkan ke PDAM,” terang Juhri.
Alasan adanya bantuan ini menurut Juhri, pengembangan layanan air bersih kini jadi jadi sorotan dunia, karena komoditas ini dinilai mengalami kelangkaan. Dengan demikian, perlu ada perhatian khusus, terlebih bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.
Sebelumnya, Dirut PDAM Alimuddin mengaku tidak bisa membatalkan atau mencabut kebijakan kenaikan tarif ini karena tidak menyalahi mekanisme maupun aturan. Lagi pula, kata dia kebijakan ini sudah didasarkan pada kajian teknis dari para akademisi terkait dampak inflasi dan lain-lain. (zak/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:23

Pengembang Masih Tutup Mata

SAMARINDA. Sehari setelah terkena dampak longsor, material yang sempat menimbun pelataran rumah keluarga…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:36

Doa Bersama untuk NKRI

SAMARINDA. Untuk mencapai tujuan, ikhtiar saja tidak cukup. Berdoa juga merupakan langkah penting untuk…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:34

Rp 40 M untuk Tiga Pekerjaan

SAMARINDA. Bandara Samarinda Baru (BSB) dipastikan mendapat kucuran Rp 40 miliar. Kepala Dinas Perhubungan…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:00

Daging Impor Kalahkan Sapi Lokal

SAMARINDA. Penjualan sapi di Kota Tepian diklaim menurun. Dinas Pertanian Samarinda menyebut konsumsi…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:57

Tarif Sewa Berkisar Rp 700 Ribu

SAMARINDA. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Harapan Baru dibangun Kementerian Pekerjaan…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:49

Rusman: Pemprov Banyak “Kesah”

SAMARINDA. Forum solidaritas atlet dan pelatih mengancam menduduki gedung DPRD Kaltim jika belum ada…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:47

Defisit, Sisa Bonus Menggantung

Pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat sudah lama berakhir. Tapi perjuangan kontingen Kaltim tidak benar-benar…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:46

ADUHAI..!! Korban Banjir Diintai Ular Kobra

“Enggak ada yang mau banjir. Wali kota sudah datang waktu banjir bulan April kemarin. Tapi tidak…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:49

ALHAMDULILLAH...!! Bandara Samarinda Baru Kembali “Diguyur” Rp 40 M

SAMARINDA. Bandara Samarinda Baru (BSB) dipastikan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 40 miliar. Anggaran…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:49

Berjibaku dengan Lumpur Demi Sang Merah Putih

Rasa sakit dan gatal akibat penyakit kutu air di kaki harus ditahan para siswa yang tergabung dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .