MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Jumat, 11 Agustus 2017 11:15
Item Pekerjaan Kurang, Tetap Tanda Tangan

KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Bersaksi di Persidangan

TERSANGKA BERSAKSI. KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Mahyudin diambil sumpah sebelum diambil keterangan sebagai saksi, atas dugaan korupsi yang menyeret PPTK dan kontraktor pelaksana, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang lanjutan dugaan korupsi pengerjaan tahap I Proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih, digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, siang kemarin.
Dua terdakwa, Syaifullah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kontraktor pelaksana Samuel C Herland menjalani sidang terpisah.
Meski sidang keduanya digelar oleh majelis hakim berbeda, namun saksi yang dihadirkan sama. Sebenarnya agendanya empat saksi yang dihadirkan, tapi hanya seorang saksi yang bisa datang memberikan kesaksian. Saksi yang hadir adalah satu “kunci”, yang saat ini sudah berstatus tersangka dan menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda. Saksi dimaksud adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mahyudin.
Keterangan yang disampaikan Mahyudin saat bersaksi di sidang Syaifullah maupun Herlan, hampir mirip. Intinya dalam keterangan yang disampaikan, Mahyudin menerangkan proses pencairan dana kepada kontraktor pelaksana.
Dalam kesaksiannya Mahyudin mengaku hanya menggantikan KPA terdahulu. Dia masuk saat pengerjaan sudah memasuki termin 4 hingga 6, sejak 2013.
Saat dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum Syaifullah, Idrus Arsuni, Mahyudin mengaku sempat dilapori oleh PPTK dan kontraktor pelaksana bahwa pekerjaan telah rampung 100 persen.
Selanjutnya Mahyudin memerintahkan pemeriksaan ke lapangan kepada PPTK, yang dilakukan Provesional Hand Over (PHO).
"Tapi saya tak baca hasil laporannya, saya tanda tangan saja," ujar Mahyudin.
?Saat itu juga sebenarnya Mahyudin mengetahui jika bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun melakukan audit. Hasil audit didapatkan temuan di lapangan karena ada item tak dikerjakan dengan nilai sekitar Rp 1,1 miliar.
"Sudah tahu ada kekurangan item pekerjaan dan ada temuan BPK, kenapa saudara saksi berani mencairkan pembayaran retensi 5 persen dari total nilai kontrak kepada kontraktor," tanya Idrus.
Saat itu Mahyudin berkilah, sudah ada pembicaraan. "Jika? nanti dana retensi cair, temuan itu akan dipotong," tegas Mahyudin.
Sementara kuasa hukum Samuel, Robert Nababan juga sempat mempertanyakan hal yang sama seputar mekanisme pembayaran proyek dan tanggung jawab ?Mahyudin selaku KPA.
"Dasar pembayaran retensi 5 persen yang saya laksanakan adalah laporan kontraktor dan PPTK itu. Laporannya memang pekerjaan sudah rampung 100 persen. Pembayaran dilakukan dalam empat tahapan," beber Mahyudin.
Mahyudin mengakui, memang ada temuan BPK sebelum Tim PHO turun mengecek ke lapangan. "Kalau saya memang tak ada mengecek ke lapangan," jelas Mahyudin, sesuai keterangan yang disampaikannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik Kejari Samarinda.
?Ditambahkan Mahyudin, dalam laporan Final Quantity, dia mengetahui total pekerjaan ternyata hanya 97 persen saja.
"Langkahnya tetap bayar. Cuma dipotong setelah pencairan dana kontraktor," bebernya.
Saat ditanya soal mengapa tak melaksanakan adendum, Mahyudin berkilah batas waktu pengerjaan sudah mepet.
Sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. (rin)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:50

Mesin Pecah, Dua Pemotor Terkapar

SAMARINDA. Insiden kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan AW Sjahranie, Sabtu (21/10) kemarin sekitar…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:46

Ceraikan Istri untuk Nikahi Anaknya

BALIKPAPAN. Seorang ayah gelap mata hingga tega menodai anak tirinya berusia 17 tahun. Hasil hubungan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:30
Kasus Bayi Membusuk Dalam Tas Kresek

Telah Rusak, Diperkirakan Sudah Berhari-hari

SAMARINDA. Aparat Polsekta Samarinda Ulu tengah sibuk melakukan penyelidikan guna menguak kasus penemuan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:29

Satu Maling Motor Diburu

SAMARINDA. Aris alias Bolong tak beraksi sendiri. Residivis curanmor yang sudah tiga kali keluar masuk…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:15

Wajah Lama Tak Kapok Disidang

SAMARINDA. Persidangan kasus tindak pidana ringan (tipiring) kembali menghadirkan oknum pemuda yang…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:12

Cari Saksi, Korban Ikut Membantu

SAMARINDA. Aksi kawanan garong dengan modus pecah kaca mobil yang menimpa Muhammad Kusaeri (45), warga…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:34

Kontraktor dan PPTK Dituntut 18 Bulan

SAMARINDA. Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:33

Dua Remaja Dititip ke KPAI

SAMARINDA. Dua dari empat remaja masing-masing berinisial AS, RY, FH dan RR, langsung dititipkan ke…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:00

Oknum PNS dan Honorer Dipenjara 34 Bulan

SAMARINDA. Oknum PNS dan honorer di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:58

Modal Gunting, Gasak Empat Motor

SAMARINDA.  Usia keempat remaja yang dua diantaranya masih berstatus pelajar salah satu SMP tergolong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .