MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Jumat, 11 Agustus 2017 11:15
Item Pekerjaan Kurang, Tetap Tanda Tangan

KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Bersaksi di Persidangan

TERSANGKA BERSAKSI. KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Mahyudin diambil sumpah sebelum diambil keterangan sebagai saksi, atas dugaan korupsi yang menyeret PPTK dan kontraktor pelaksana, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang lanjutan dugaan korupsi pengerjaan tahap I Proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih, digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, siang kemarin.
Dua terdakwa, Syaifullah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kontraktor pelaksana Samuel C Herland menjalani sidang terpisah.
Meski sidang keduanya digelar oleh majelis hakim berbeda, namun saksi yang dihadirkan sama. Sebenarnya agendanya empat saksi yang dihadirkan, tapi hanya seorang saksi yang bisa datang memberikan kesaksian. Saksi yang hadir adalah satu “kunci”, yang saat ini sudah berstatus tersangka dan menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda. Saksi dimaksud adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mahyudin.
Keterangan yang disampaikan Mahyudin saat bersaksi di sidang Syaifullah maupun Herlan, hampir mirip. Intinya dalam keterangan yang disampaikan, Mahyudin menerangkan proses pencairan dana kepada kontraktor pelaksana.
Dalam kesaksiannya Mahyudin mengaku hanya menggantikan KPA terdahulu. Dia masuk saat pengerjaan sudah memasuki termin 4 hingga 6, sejak 2013.
Saat dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum Syaifullah, Idrus Arsuni, Mahyudin mengaku sempat dilapori oleh PPTK dan kontraktor pelaksana bahwa pekerjaan telah rampung 100 persen.
Selanjutnya Mahyudin memerintahkan pemeriksaan ke lapangan kepada PPTK, yang dilakukan Provesional Hand Over (PHO).
"Tapi saya tak baca hasil laporannya, saya tanda tangan saja," ujar Mahyudin.
?Saat itu juga sebenarnya Mahyudin mengetahui jika bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun melakukan audit. Hasil audit didapatkan temuan di lapangan karena ada item tak dikerjakan dengan nilai sekitar Rp 1,1 miliar.
"Sudah tahu ada kekurangan item pekerjaan dan ada temuan BPK, kenapa saudara saksi berani mencairkan pembayaran retensi 5 persen dari total nilai kontrak kepada kontraktor," tanya Idrus.
Saat itu Mahyudin berkilah, sudah ada pembicaraan. "Jika? nanti dana retensi cair, temuan itu akan dipotong," tegas Mahyudin.
Sementara kuasa hukum Samuel, Robert Nababan juga sempat mempertanyakan hal yang sama seputar mekanisme pembayaran proyek dan tanggung jawab ?Mahyudin selaku KPA.
"Dasar pembayaran retensi 5 persen yang saya laksanakan adalah laporan kontraktor dan PPTK itu. Laporannya memang pekerjaan sudah rampung 100 persen. Pembayaran dilakukan dalam empat tahapan," beber Mahyudin.
Mahyudin mengakui, memang ada temuan BPK sebelum Tim PHO turun mengecek ke lapangan. "Kalau saya memang tak ada mengecek ke lapangan," jelas Mahyudin, sesuai keterangan yang disampaikannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik Kejari Samarinda.
?Ditambahkan Mahyudin, dalam laporan Final Quantity, dia mengetahui total pekerjaan ternyata hanya 97 persen saja.
"Langkahnya tetap bayar. Cuma dipotong setelah pencairan dana kontraktor," bebernya.
Saat ditanya soal mengapa tak melaksanakan adendum, Mahyudin berkilah batas waktu pengerjaan sudah mepet.
Sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. (rin)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 15:45

Tak Terima, Leni Cs Ajukan Banding

SAMARINDA. Kasir cantik PT Serba Mulia Auto (SMA) Leni Nurusanti yang divonis hakim penjara 10 tahun…

Rabu, 17 Januari 2018 16:34

Minta Uang Bawa Pisau, Dibui 10 Bulan

SAMARINDA. Akibat ulahnya meminta uang secara paksa, Jumaidy (31), warga Jalan M Yamin, Kelurahan Gunung…

Sabtu, 13 Januari 2018 19:17

Mahasiswa Malang Tewas Tergantung

TENGGARONG. Biasanya situasi Dusun Sari Mulya yang terletak di Kilometer (KM) 5 Desa Purwajaya Kecamatan…

Jumat, 12 Januari 2018 17:08

Penadah Pucat Dibentak Polisi

SAMARINDA. Ingin mempunyai motor namun dengan harga sangat murah membuat Riswan harus berurusan dengan…

Kamis, 11 Januari 2018 17:50

Asyik Nongkrong, Buronan Jawa Diringkus

SAMARINDA. Jauh-jauh melarikan diri dan bersembunyi hingga ke Samarinda, dua orang pemuda yang masuk…

Kamis, 11 Januari 2018 17:48

Perawat Tewas saat Sujud

SAMARINDA. Gunawan yang baru selesai mandi dibuat kaget dengan suara gaduh dari belakang rumahnya. Saat…

Rabu, 10 Januari 2018 15:35

Bawa 1 Kilo Sabu, Dipenjara 15 Tahun

SAMARINDA. Usai majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda dipimpin Hendri Dunant membacakan…

Minggu, 07 Januari 2018 21:54

Dititipi Barang, Pemuda Diringkus

SAMARINDA. Seorang pemuda bernama Dodi (19), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Samarinda Ilir,…

Minggu, 07 Januari 2018 21:53

Polisi Uber Perampok Lain

SAMARINDA.  Penyidik Unit Reskrim Polsekta Samarinda Utara tengah mengembangkan penyidikan, terkait…

Sabtu, 06 Januari 2018 13:16

Akibat Keseringan Nonton Film Dewasa

  SAMARINDA. Proses penyidikan terhadap kasus pencabulan yang dilakukan MF (15) terhadap DN (16)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .