MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Jumat, 11 Agustus 2017 11:15
Item Pekerjaan Kurang, Tetap Tanda Tangan

KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Bersaksi di Persidangan

TERSANGKA BERSAKSI. KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Mahyudin diambil sumpah sebelum diambil keterangan sebagai saksi, atas dugaan korupsi yang menyeret PPTK dan kontraktor pelaksana, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang lanjutan dugaan korupsi pengerjaan tahap I Proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih, digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, siang kemarin.
Dua terdakwa, Syaifullah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kontraktor pelaksana Samuel C Herland menjalani sidang terpisah.
Meski sidang keduanya digelar oleh majelis hakim berbeda, namun saksi yang dihadirkan sama. Sebenarnya agendanya empat saksi yang dihadirkan, tapi hanya seorang saksi yang bisa datang memberikan kesaksian. Saksi yang hadir adalah satu “kunci”, yang saat ini sudah berstatus tersangka dan menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda. Saksi dimaksud adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mahyudin.
Keterangan yang disampaikan Mahyudin saat bersaksi di sidang Syaifullah maupun Herlan, hampir mirip. Intinya dalam keterangan yang disampaikan, Mahyudin menerangkan proses pencairan dana kepada kontraktor pelaksana.
Dalam kesaksiannya Mahyudin mengaku hanya menggantikan KPA terdahulu. Dia masuk saat pengerjaan sudah memasuki termin 4 hingga 6, sejak 2013.
Saat dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum Syaifullah, Idrus Arsuni, Mahyudin mengaku sempat dilapori oleh PPTK dan kontraktor pelaksana bahwa pekerjaan telah rampung 100 persen.
Selanjutnya Mahyudin memerintahkan pemeriksaan ke lapangan kepada PPTK, yang dilakukan Provesional Hand Over (PHO).
"Tapi saya tak baca hasil laporannya, saya tanda tangan saja," ujar Mahyudin.
?Saat itu juga sebenarnya Mahyudin mengetahui jika bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun melakukan audit. Hasil audit didapatkan temuan di lapangan karena ada item tak dikerjakan dengan nilai sekitar Rp 1,1 miliar.
"Sudah tahu ada kekurangan item pekerjaan dan ada temuan BPK, kenapa saudara saksi berani mencairkan pembayaran retensi 5 persen dari total nilai kontrak kepada kontraktor," tanya Idrus.
Saat itu Mahyudin berkilah, sudah ada pembicaraan. "Jika? nanti dana retensi cair, temuan itu akan dipotong," tegas Mahyudin.
Sementara kuasa hukum Samuel, Robert Nababan juga sempat mempertanyakan hal yang sama seputar mekanisme pembayaran proyek dan tanggung jawab ?Mahyudin selaku KPA.
"Dasar pembayaran retensi 5 persen yang saya laksanakan adalah laporan kontraktor dan PPTK itu. Laporannya memang pekerjaan sudah rampung 100 persen. Pembayaran dilakukan dalam empat tahapan," beber Mahyudin.
Mahyudin mengakui, memang ada temuan BPK sebelum Tim PHO turun mengecek ke lapangan. "Kalau saya memang tak ada mengecek ke lapangan," jelas Mahyudin, sesuai keterangan yang disampaikannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik Kejari Samarinda.
?Ditambahkan Mahyudin, dalam laporan Final Quantity, dia mengetahui total pekerjaan ternyata hanya 97 persen saja.
"Langkahnya tetap bayar. Cuma dipotong setelah pencairan dana kontraktor," bebernya.
Saat ditanya soal mengapa tak melaksanakan adendum, Mahyudin berkilah batas waktu pengerjaan sudah mepet.
Sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. (rin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:22

Suami Selingkuh, Istri Ngamuk, Kok Anak yang Malah Disiksa?

TANJUNG REDEB.  Dengan berbagai pertimbangan, polisi sampai saat ini tidak menahan OF (38), ibu…

Jumat, 25 Mei 2018 00:29

Maling Motor Dikerangkeng 18 Bulan

SAMARINDA. Belum sempat menikmati hasil curian, seorang maling bernama Rusli alias Ceming (42), warga…

Selasa, 22 Mei 2018 00:59

Terdengar Minta Ampun, Sempat Dilakban

SAMARINDA. Kasus pembunuhan Hasanudin alias Hasan (10) yang diduga akibat dianiaya ayah tirinya, Rahmatulah…

Minggu, 20 Mei 2018 00:21

Tangkap Maling, Dapat Sabu

SAMARINDA. Tasbir (21) bakal dijerat pasal berlapis. Pria ini semula dicurigai sebagai pelaku pencurian…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:22

Saksi Meringankan Bekas Wartawan Itu Tak Hadir

SAMARINDA. Mantan oknum wartawan TV nasional Kasmirudin alias Buyung (37), warga Jalan Kakap, RT 6,…

Jumat, 18 Mei 2018 01:05

Pembunuh Mahasiswi Cantik Itu Dituntut Penjara 15 Tahun

SAMARINDA.  Persidangan kasus pembunuhan seorang mahasiswi cantik yang menempuh pendidikan di salah…

Kamis, 17 Mei 2018 00:19
Ketua LPK Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Diduga Uang Korupsi Dibelikan Rumah dan Mobil

SAMARINDA. Ketua LPK Jmicron, Ednand Apria Danthus menjalani persidangan dengan agenda penuntutan yang…

Rabu, 16 Mei 2018 00:37

Suami Istri Divonis Masuk Penjara

SAMARINDA. Sepasang suami istri (pasutri) bernama Siti (42) dan Hamrulah alias Arul (39), warga Kelurahan…

Selasa, 15 Mei 2018 20:30

Digerebek Makan Pisang, Dibui 4,5 Tahun

SAMARINDA. Dua warga, masing-masing bernama Rahmat Ismail alias Amat (29), warga Jalan Otto Iskandardinata,…

Senin, 14 Mei 2018 19:55

Pernah Beberapa Kali Curi Motor

SAMARINDA. Dua sekawan, Haris (23) dan Rexy Bagus alias Eci (22), keduanya warga Kelurahan Jawa, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .