MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Jumat, 11 Agustus 2017 11:15
Item Pekerjaan Kurang, Tetap Tanda Tangan

KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Bersaksi di Persidangan

TERSANGKA BERSAKSI. KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Mahyudin diambil sumpah sebelum diambil keterangan sebagai saksi, atas dugaan korupsi yang menyeret PPTK dan kontraktor pelaksana, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang lanjutan dugaan korupsi pengerjaan tahap I Proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih, digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, siang kemarin.
Dua terdakwa, Syaifullah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kontraktor pelaksana Samuel C Herland menjalani sidang terpisah.
Meski sidang keduanya digelar oleh majelis hakim berbeda, namun saksi yang dihadirkan sama. Sebenarnya agendanya empat saksi yang dihadirkan, tapi hanya seorang saksi yang bisa datang memberikan kesaksian. Saksi yang hadir adalah satu “kunci”, yang saat ini sudah berstatus tersangka dan menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda. Saksi dimaksud adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mahyudin.
Keterangan yang disampaikan Mahyudin saat bersaksi di sidang Syaifullah maupun Herlan, hampir mirip. Intinya dalam keterangan yang disampaikan, Mahyudin menerangkan proses pencairan dana kepada kontraktor pelaksana.
Dalam kesaksiannya Mahyudin mengaku hanya menggantikan KPA terdahulu. Dia masuk saat pengerjaan sudah memasuki termin 4 hingga 6, sejak 2013.
Saat dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum Syaifullah, Idrus Arsuni, Mahyudin mengaku sempat dilapori oleh PPTK dan kontraktor pelaksana bahwa pekerjaan telah rampung 100 persen.
Selanjutnya Mahyudin memerintahkan pemeriksaan ke lapangan kepada PPTK, yang dilakukan Provesional Hand Over (PHO).
"Tapi saya tak baca hasil laporannya, saya tanda tangan saja," ujar Mahyudin.
?Saat itu juga sebenarnya Mahyudin mengetahui jika bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun melakukan audit. Hasil audit didapatkan temuan di lapangan karena ada item tak dikerjakan dengan nilai sekitar Rp 1,1 miliar.
"Sudah tahu ada kekurangan item pekerjaan dan ada temuan BPK, kenapa saudara saksi berani mencairkan pembayaran retensi 5 persen dari total nilai kontrak kepada kontraktor," tanya Idrus.
Saat itu Mahyudin berkilah, sudah ada pembicaraan. "Jika? nanti dana retensi cair, temuan itu akan dipotong," tegas Mahyudin.
Sementara kuasa hukum Samuel, Robert Nababan juga sempat mempertanyakan hal yang sama seputar mekanisme pembayaran proyek dan tanggung jawab ?Mahyudin selaku KPA.
"Dasar pembayaran retensi 5 persen yang saya laksanakan adalah laporan kontraktor dan PPTK itu. Laporannya memang pekerjaan sudah rampung 100 persen. Pembayaran dilakukan dalam empat tahapan," beber Mahyudin.
Mahyudin mengakui, memang ada temuan BPK sebelum Tim PHO turun mengecek ke lapangan. "Kalau saya memang tak ada mengecek ke lapangan," jelas Mahyudin, sesuai keterangan yang disampaikannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik Kejari Samarinda.
?Ditambahkan Mahyudin, dalam laporan Final Quantity, dia mengetahui total pekerjaan ternyata hanya 97 persen saja.
"Langkahnya tetap bayar. Cuma dipotong setelah pencairan dana kontraktor," bebernya.
Saat ditanya soal mengapa tak melaksanakan adendum, Mahyudin berkilah batas waktu pengerjaan sudah mepet.
Sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. (rin)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 22:57

Prioritas Proyek Penunjukkan Langsung

SAMARINDA. Tak lama lagi APBD Perubahan (APBD-P) 2017 disahkan. Dilema anggaran masih melilit.…

Minggu, 20 Agustus 2017 22:54

Bebas Tapi Wajib Lapor

SAMARINDA. Dani Pranoto sedikit bisa bernafas lega, Sabtu (19/8). Pihak Polsekta Samarinda Utara akhirnya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:16

Maling Helm Dipergoki Pelajar

SAMARINDA. Seorang pemuda dibekuk satpam dibantu sejumlah pelajar. DN (24), tertangkap basah saat sedang…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:30

Gagal Pesta Sabu, Dipenjara 4 Tahun

SAMARINDA. Dengan menengadahkan tangannya yang terpasang borgol, seorang pemuda ber?nama Dwi (20) terlihat…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:52

Capek Jalan Kaki, Penjambret Curi Motor

SAMARINDA. Sumantri harus berjalan kaki dari Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:51

Gara-gara Buyung, Tujuh Polisi Diperiksa

SAMARINDA. Keberadaan Sf alias Buyung masih teka-teki. Mantan wartawan televisi nasional kabur usai…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:21

Ada yang Gunakan Narkoba, Hakim “Dipaksa” Kencing

SAMARINDA. Sejumlah pegawai di lingkungan kantor Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, termasuk hakim yang…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:20

Maling Motor Dipenjara 20 Bulan

SAMARINDA. Seorang maling motor yang diduga kerap bergentayangan di Kota Tepian, bernama Maksus divonis…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:45
Pria yang Serang Ibu dan Anak karena Gagal Menikah

Akui Pernah Membunuh dan Lama Dipenjara

SAMARINDA. M Rasyid (38) akhirnya ditetapkan penyidik Polsekta Palaran sebagai tersangka. Rasyid yang…

Senin, 14 Agustus 2017 11:54

Tidur Pulas, Kaget Rumah Terbakar

SAMARINDA. Sebuah rumah di sekitaran Jalan Poros Samarinda-Bontang, Gang Langgar, RT 4, Kelurahan Tanah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .