MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 10 Agustus 2017 14:09
Tarif Naik saat Keuangan Membaik

Perusda Jangan Tersandera Kepentingan Apapun

NAIK LAGI. Tarif PDAM harus berjalan lurus dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Wajar jika Pemkot Samarinda memberikan perhatian yang lebih terhadap perusahaan daerah (perusda) yang dimiliki. Seperti halnya PDAM Titra Kencana, Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU)  dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tiga perusda milik pemkot.
Dari ketiga perusda ini, hanya BPR yang sering menyetor Pendapatn Asli Daerah (PAD). Sementara PDAM dan PDPAU sangat minim. Bahkan mengaku sering merugi meski rutin disusui anggaran dari penyertaan modal.
Khusus PDAM, walaupun belum menyetor PAD secara maksimal, perhatian demi perhatian tetap ditujukan kepada perusahaan air minum ini. Bahkan boleh dikata, penyertaan modal terbesar dari ketiga perusda milik Pemkot Samarinda, PDAM yang paling besar.
Penyertaan modal terakhir melalui Perda nomor 7 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perda nomor 3 tahun 2008 tentang penyertaan modal pemkot ke PDAM sebesar Rp 50 miliar. Ditambah penyelesaian hutang PDAM kepada pemerintah pusat melalui Pemkot Samarinda berupa non kas sebesar Rp 62,4 miliar. Artinya hutang PDAM lunas.
Belum lagi penyertaan modal lainnya berupa aset. Lalu mengapa PDAM selalu mengaku rugi karena besarnya ongkos produksi yang berimbas pada kenaikan tarif PDAM?
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Mulawarman (Unmul), Aji Ratna Kusuma menyarankan segera ada pembenahan diinternal PDAM agar bisa lebih berkembang baik. Menurutnya, orang-orang yang ditempatkan harus lebih profesional sehingga dalam menjalankan tugas, tidak tersandera kepentingan apapun. Karena sudah menjadi rahasia umum, perusahaan daerah sering menjadi lahan titipan relasi bagi elit tertentu atas kepentingan tertentu pula.
Lagi pula, belajar dari beberapa kebijakan menaikan tarif sebelumnya, juga sering tak sejalan dengan tahapan sosialisasi yang maksimal. Akibatnya, masyarakat kaget begitu sudah diberlakukan. Dari situ lah kemudian muncul berbagai penolakan. Apalagi situasi ekonomi yang sedang tidak sehat. Lalu masyarakat dihadapkan pada persoalaan-persoalaan yang selalu memberatkan beban hidup, otomatis dia menolak.
“Saya kira tahapan sosialisasi ini juga sangat penting. Karena ketika masyarakat diberi pemahaman secara komprehensif maka mungkin mereka menerima,” terang dosen Fisip Unmul ini.
Bagi dia, alasan rugi yang sebelumnya selalu disampaikan PDAM tak masuk akal. Dalam teori ekonomi setiap pengelolaan yang bersifat monopoli harusnya selalu untung. Lantas kenapa PDAM Tirta Kencana rugi, ini pertanyaan yang harusnya dijelaskan kepada publik.  “Memonopoli karena satu-satunya perusahaan air bersih di Samarinda, lalu dapat penyertaan modal, dan rugi? Ini masalah yang harusnya diselesaikan,” lanjut dia.   
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkot Samarinda, Maria mengatakan pemkot sudah mengalokasikan dana lewat perda penyertaan modal kurang lebih sebanyak Rp 48 miliar. Tinggal Rp 2 miliar yang belum disetor karena terkendala kurang anggaran.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan menyebut berdasarkan rapat evaluasi triwulan pemkot bersama PDAM, pihaknya mendapat laporan laporan kondisi keuangan PDAM kembali membaik. Tahun ini tidak merugi. Cakupan layanan pun sudah mencapai 146.225 sambung atau sekitar 95,46 persen dengan kapasitas aliran air sudah mencapai 2.400 liter per detik. “PDAM sudah menunjukan perkembangan layanan yang baik,” terang dia. (zak/nha)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:53

BWS Komitmen Bantu Pemkot

SAMARINDA. Pengendalian banjir jadi program utama Pemkot Samarinda, rencana tersebut diyakini bisa tuntas…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:52

Meluber ke Tengah Jalan, Warga Ngeluh

SAMARINDA. Meski dirasa mengganggu kenyamanan warga setempat, hingga kini masih banyak oknum masyarakat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:22

Ditambang, Lahan Pertanian Menyusut

SAMARINDA. Luasan lahan irigasi sawah di Kaltim terus menyusut setiap tahunnya. Diduga penyusutan lahan…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:19

Omzet Terjun Bebas, Lelah Tak Terbayar

Krisis ekonomi berdampak pada menurunya daya beli masyarakat. Bahkan kini imbasnya sangat dirasakan…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:45

Tunjangan Tembus Rp 14 Miliar..!! Dewan Belum Puas

SAMARINDA. Kenaikan tunjangan dewan sebesar Rp 28 miliar berat terealisasi. Meski pun hal itu diakui…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:37

Akhir Bulan Ini Mahkota II Dibuka 24 Jam

Para pengendara, khususnya yang sering melintasi Jembatan Mahkota II akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya,…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:06

Diratakan Demi Adipura

SAMARINDA. Seperti tak kenal ampun, puluhan lapak pedagang buah di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:04

Gubernur Yakin, Ketua Dewan Ragu

SAMARINDA. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan jembatan kembar bisa selesai sesuai target…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:02

Pastikan Terima Sertifikat Lulus

SAMARINDA. Sempat ditutup dadakan pada Senin (16/9) lalu karena pemasangan kabel sensor, kemarin Jembatan…

Selasa, 17 Oktober 2017 01:58

Kinerja Perusda Melempem

SAMARINDA. 2018 masih menjadi tahun kelam bagi daerah. Pasalnya, selain prediksi APBD yang menurun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .