MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 10 Agustus 2017 14:09
Tarif Naik saat Keuangan Membaik

Perusda Jangan Tersandera Kepentingan Apapun

NAIK LAGI. Tarif PDAM harus berjalan lurus dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Wajar jika Pemkot Samarinda memberikan perhatian yang lebih terhadap perusahaan daerah (perusda) yang dimiliki. Seperti halnya PDAM Titra Kencana, Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU)  dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tiga perusda milik pemkot.
Dari ketiga perusda ini, hanya BPR yang sering menyetor Pendapatn Asli Daerah (PAD). Sementara PDAM dan PDPAU sangat minim. Bahkan mengaku sering merugi meski rutin disusui anggaran dari penyertaan modal.
Khusus PDAM, walaupun belum menyetor PAD secara maksimal, perhatian demi perhatian tetap ditujukan kepada perusahaan air minum ini. Bahkan boleh dikata, penyertaan modal terbesar dari ketiga perusda milik Pemkot Samarinda, PDAM yang paling besar.
Penyertaan modal terakhir melalui Perda nomor 7 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perda nomor 3 tahun 2008 tentang penyertaan modal pemkot ke PDAM sebesar Rp 50 miliar. Ditambah penyelesaian hutang PDAM kepada pemerintah pusat melalui Pemkot Samarinda berupa non kas sebesar Rp 62,4 miliar. Artinya hutang PDAM lunas.
Belum lagi penyertaan modal lainnya berupa aset. Lalu mengapa PDAM selalu mengaku rugi karena besarnya ongkos produksi yang berimbas pada kenaikan tarif PDAM?
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Mulawarman (Unmul), Aji Ratna Kusuma menyarankan segera ada pembenahan diinternal PDAM agar bisa lebih berkembang baik. Menurutnya, orang-orang yang ditempatkan harus lebih profesional sehingga dalam menjalankan tugas, tidak tersandera kepentingan apapun. Karena sudah menjadi rahasia umum, perusahaan daerah sering menjadi lahan titipan relasi bagi elit tertentu atas kepentingan tertentu pula.
Lagi pula, belajar dari beberapa kebijakan menaikan tarif sebelumnya, juga sering tak sejalan dengan tahapan sosialisasi yang maksimal. Akibatnya, masyarakat kaget begitu sudah diberlakukan. Dari situ lah kemudian muncul berbagai penolakan. Apalagi situasi ekonomi yang sedang tidak sehat. Lalu masyarakat dihadapkan pada persoalaan-persoalaan yang selalu memberatkan beban hidup, otomatis dia menolak.
“Saya kira tahapan sosialisasi ini juga sangat penting. Karena ketika masyarakat diberi pemahaman secara komprehensif maka mungkin mereka menerima,” terang dosen Fisip Unmul ini.
Bagi dia, alasan rugi yang sebelumnya selalu disampaikan PDAM tak masuk akal. Dalam teori ekonomi setiap pengelolaan yang bersifat monopoli harusnya selalu untung. Lantas kenapa PDAM Tirta Kencana rugi, ini pertanyaan yang harusnya dijelaskan kepada publik.  “Memonopoli karena satu-satunya perusahaan air bersih di Samarinda, lalu dapat penyertaan modal, dan rugi? Ini masalah yang harusnya diselesaikan,” lanjut dia.   
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkot Samarinda, Maria mengatakan pemkot sudah mengalokasikan dana lewat perda penyertaan modal kurang lebih sebanyak Rp 48 miliar. Tinggal Rp 2 miliar yang belum disetor karena terkendala kurang anggaran.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan menyebut berdasarkan rapat evaluasi triwulan pemkot bersama PDAM, pihaknya mendapat laporan laporan kondisi keuangan PDAM kembali membaik. Tahun ini tidak merugi. Cakupan layanan pun sudah mencapai 146.225 sambung atau sekitar 95,46 persen dengan kapasitas aliran air sudah mencapai 2.400 liter per detik. “PDAM sudah menunjukan perkembangan layanan yang baik,” terang dia. (zak/nha)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 23:11

Kapolri Ditilang, Krishna Murti Jualan Sate

Serangkaian teror bom yang mengguncang Indonesia khususnya Samarinda patut diketahui masyarakat. Terutama…

Jumat, 20 Juli 2018 23:09

Beroperasi Menyalahi Aturan

SAMARINDA. Tidak semua angkutan online mengantongi izin resmi. Hal itu terungkap saat penertiban angkutan…

Jumat, 20 Juli 2018 23:07

Pengusaha Keluhkan Jalur TPK

SAMARINDA. Akses utama menuju Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran terputus. Kondisi demikian pun dikeluhkan.…

Jumat, 20 Juli 2018 23:03

Dewan Ragu, Pemprov Yakin

SAMARINDA. Meski dirundung pesimisme, Pemprov Kaltim tetap yakin bentang tengah Jembatan Kembar rampung…

Kamis, 19 Juli 2018 21:38

Jadi Caleg, Awang Harus Mundur

SAMARINDA. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah mantap maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Nasdem.…

Kamis, 19 Juli 2018 21:34

286 Anak Mengidap Gizi Buruk

SAMARINDA. Kasus gizi buruk masih menghantui Kaltim. Hingga 2017, 286 anak usia balita mengalami gizi…

Kamis, 19 Juli 2018 21:32

Ngaku Bayar Pungli, Kesal Diangkut

SAMARINDA. Derai air mata berderai di pipi seorang wanita. Tangisnya pecah ketika Satpol PP Kota Samarinda…

Rabu, 18 Juli 2018 22:10
Pembuat Game asal Samarinda Butuh Modal Besar

Dua Tahun Vakum, Desakan Publik Jadi Pelecut Semangat

Dua tahun vakum, karyanya kembali viral. Masyarakat Kota Tepian pun kembali menantikan proyek game buatannya…

Rabu, 18 Juli 2018 22:08

PKL Merajalela, Sekkot Geram

SAMARINDA. Sekkot Samarinda Sugeng Chairudin geram dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang makin semaunya…

Selasa, 17 Juli 2018 23:13

Penduduk Miskin Naik 23 Ribu

SAMARINDA. Jumlah penduduk miskin di Kaltim meningkat. Hal ini diikuti garis kemiskinan yang juga meningkat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .