MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Selasa, 08 Agustus 2017 04:22
Kadistan Baru Diminta Ikut Tanggung Jawab

Kasus Dugaan Korupsi Cetak Sawah 2014 di Kutim

PROKAL.CO, SANGATTA.  Dugaan korupsi proyek cetak sawah tidak hanya dinikmati pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Pertanian (Distan) Kutim berinisal BJ. Modus kasus tersebut disinyalir memiliki rantai kejahatan, tetapi hanya BJ yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, kepala Distan (Kadistan) Kutim kini sudah berganti. Diketahui, tersangka BJ ditahan di sel Mapolres Kutim sejak (3/8). Penahanan itu dilakukan seiring berkas penyidikannya dinyatakan lengkap atau P-21.

Dari hasil pemeriksaan Kejari Kutim, kerugian keuangan negara sebesar Rp 4,3 miliar. Kajari Kutim Muliadi menduga, ada orang lain yang turut menikmati hasil korupsi tersebut. Tersangka BJ diharapkan “bernyanyi” di pengadilan nanti, agar kasus ini dapat diusut secara tuntas.

Adapun kadistan baru saja diganti dengan Kabid Keuangan Setkab Kutim Musyaffa. Sebelumnya, Kadistan Kutim dijabat oleh penjabat (Pj) Mujiono, karena menggantikan kepala dinasnya yang pensiun.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, meski Distan Kutim telah berganti pimpinan, proses tidak terputus. Tetap menjadi tanggung jawab untuk persoalan di kantornya. Siapapun pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di Distan harus proaktif.

"Contohnya seperti kami, mempertanggungjawabkan keuangan daerah. APBD sudah disahkan oleh pemerintahan sebelumnya, tapi kami tetap harus mempertanggungjawabkannya," ucapnya.

Bagi pejabat yang baru, tambah Kasmidi, wajib menyediakan hal-hal yang diperlukan bila diminta. "Tapi kalau tidak ada, katakan saja sejujurnya (tidak ada),” jelasnya.

Tentang kadistan yang menjabat sebelumnya, dia menyebut, tidak ada yang bermasalah. "Kalau tidak bermasalah, jangan ditarik-tarik dia (kepala dinas). Kasus ini bukan kepala dinas. Jangan dilibatkan. Kalau bisa selesai, maka selesaikan," ucapnya.

Sebelumnya, Kajari Muliadi menyebut, Kadistan Kutim terdahulu tidak tahu-menahu terkait kasus tersebut. Tindakan tersebut wajar karena program cetak sawah merupakan program pemerintah pusat melalui Pemprov Kaltim, bukan melalui Pemkab Kutim.

Pihak Kejari Kutim pun telah memeriksa kantor Distan Kutim dan berbagai tempat terkait, namun tidak menemukan berkas bukti penyelewengan uang negara tersebut. (mon/kri/k16/kpnn/rin)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:44

Tenaga Kerja Lokal Terancam

BONTANG. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat persaingan dalam dunia kerja kian ketat. Tak ayal, hanya…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42

Defisit, Bangun Masjid Secara Swadaya

TENGGARONG. Akibat didera “badai” defisit keuangan daerah, membuat sejumlah program pembangunan…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:36

"Korupsi Akibat PNS Bergaya Selebritis"

TANJUNG REDEB. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur, Fadil Zumhana mengatakan tindak pidana…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:34

Pendemo PKT Itu Dibayar Rp 100 Ribu?

BONTANG. Lima orang perwakilan massa yang mengatasnamakan Kelompok Tani Gunung Kempeng, mengaku mendapat…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:54

Bupati Jamin TRC Tak Serobot Dinas Lain

TANJUNG REDEB. Pemkab Berau telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:53

Ratusan Petani Demo PKT

BONTANG. Ratusan massa yang mengatasnamakan diri Petani Gunung Kempeng, mendatangi kantor PT Pupuk Kaltim…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:15

Draf APBD-P Akhirnya Diserahkan

TANJUNG REDEB. Setelah lama menunggu, akhirnya draf AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah Perubahan…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:10

Gudang Material Disorot Dewan

BONTANG. Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kanaan kembali mendapat sorotan.…

Selasa, 17 Oktober 2017 01:48

Pabrik Semen Dibungkam Aturan

SANGATTA. Pabrik semen PT Kobexindo yang berada di Pegunungan Sekerat Kecamatan Bengalon dan Kaliorang…

Selasa, 17 Oktober 2017 01:47

Pemkab Akan Bangun Monumen Tambang

SANGATTA. Sumber daya alam seperti batu bara maupun minyak dan gas (migas) suatu saat pasti akan habis.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .