MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Senin, 07 Agustus 2017 14:35
Kenaikan Tarif PDAM Pengaruhi Inflasi

Pemkot Wajib Kendalikan Harga Bahan Pokok

BAYAR TAGIHAN. Warga membayar tagihan air bersih di loket.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tahun lalu PDAM Tirta Kencana telah menaikan tarif 30 persen. Kemudian disusul 10 persen lagi tahun ini. Lonjakan tarif air minum ini, dinilai Pengamat Ekonomi Unmul Hairul Anwar akan memengaruhi tingkat inflasi di Kota Tepian.

Ini disebabkan karena beban pengeluaran masyarakat terus bertambah. Sama halnya seperti kenaikan BBM, tarif dasar listrik (TDL) dan lainnya. Kenapa memengaruhi inflasi? karena air dan listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Hanya saja, kata dia belum ada kajian terkait angka kenaikan inflasi ini.

“Yang jelas pasti berpengaruh. Orang berdagang butuh air, otomatis ongkos produksinya makin besar, nilai jual dagangan pun tentu berpengaruh,” ujarnya, Sabtu (5/8).

Menurut dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unmul ini, pengaruh terhadap inflasi ini akan terlihat ketika ada kenaikan harga jual bahan pokok di pasar. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah mesti mengendalikan potensi lonjakan itu. “Pasokan dan distribusi bahan pokok mesti terus dijaga,” paparnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, tingkat inflasi di Kota Tepian pada Mei 2017 sebesar 0,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 131,06. Mengalami kenaikan pada Juni 2017, sebesar 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 132,45. Dari berbagai masalah penyumbang inflasi, salah satunya yakni kebijakan kenaikan tarif PDAM Samarinda.

Kritikan tajam juga dilontarkan Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) PDAM Tirta Kencana Samarinda. Ketua FKP, Muhammad Wahyudin mengatakan PDAM terkesan memaksakan kenaikan tarif air tanpa memperbaiki kualitas layanan. Ini bukan kali pertama, pada tahun lalu saat menaikan tarif 30 persen, perbaikan layanan juga tak kunjung diperhatikan hingga saat ini. Masih banyak masyarakat yang tinggal dipinggiran kota belum mengakses air bersih PDAM.

Selain distribusi, Wahyudin juga menyebut kualitas air masih sering keruh dan kotor. Padahal salah satu alasan PDAM menaikan tarif yakni biaya bahan kimia untuk penjerniahan air. “Katanya naik tarif untuk beli bahan kimia jernihkan air, tapi kok kualitas airnya keruh dan kotor,” terangnya.   

Dia mengakui kenaikan tarif memang jadi wewenang PDAM. Ini diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Perusahan Daerah Air Minum. Namun kualitas pelayanan tetap harus diperbaiki. “Jangan diabaikan. Tapi tarif minta naik terus,” tutupnya. (zak/beb)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:38

“Duarrr…!” Ledakan Dekat SPBU

SAMARINDA. Pengendara di Jalan HAMM Rifadin mendadak dilanda kepanikan, Sabtu (21/10) kemarin. Sebuah…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:36

Arena Judi di Hutan Dibakar

SAMARINDA. Para pelaku judi sabung ayam sepertinya belum kapok berurusan dengan penegak hukum. Permainan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:26

MAMPUS KAM..!! Perampok Emas Ditembak

TENGGARONG. Jumat (20/10) kemarin, menjadi hari nahas bagi Aenah (57). Warga Dusun Tama Mulya RT 12…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:24

Polisi Buru Hasil Korupsi

SAMARINDA. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda menerapkan Undang-undang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:22

BANGKE NI ORANG...!! Empat Murid SD Dicabuli Satpam

SAMARINDA. Kerja keras Kumbang –nama samaran- patut diacungi jempol. Semua kesempatan meraih nafkah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:19

Harus Kolaborasi Demi Piring Nasi

POLEMIK transportasi online dan konvensional kian rumit. Keduanya seakan tak ada titik temu. Padahal…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

YA TUHAN..!! Ada Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Pria Ini Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .